Senin, 02 Januari 2017

Tugas 3 (Sikap Mengakui Kesalahan Diri Sendiri)



Nama : Dini Razana HAnifa
Kelas : 4IA12
Tugas 3
SIKAP MENGAKUI KESALAHAN DIRI SENDIRI

      Suatu kesalahan seringkali dianggap sebagai aib atau sesuatu yang sangat negatif. Kita sendiripun lebih sering melihat kesalahan atau keburukan orang lain dari pada kita melihat susatu kebaikan pada diri oranglain. Kita sendiripun terkadang lupa dan sering menutup mata dan telinga atas kesalahan yang ada pada diri kita sendiri sama halnya seperti pepatah yang bunyinya semut disebrang laut tampak, gajah dipelupuk mata tidak tampak. Kita senangnya melihat kesalahan orang lain dibanding kita melihat kesalahan diri sendiri. Sama saat kita berpakaian kita dengan mudah bisa menilai penampilan oranglain.
       Kita sibuk mengomentari orang lain sedangkan kita sendiri mungkin sebel kalo lagi dikomentarin. Tidak lupa semua tindakan yang kita lakukan pasti memiliki resiko yang harus kita pertanggung jawabkan nantinya, kebanyakan seseorang takut untuk melakukan kesalahan. Kebanyakan orang tidak menyadari kesalahan yang ia perbuat, terutama pada orang orang yang egois sehingga dia selalu beranggapan bahwa dirinyalah yang paling benar. Sikap ini lah yang harus kita tanamkan dari sekarang mungkin banyak orang yang meremehkan hal ini namun nyatanya mengakuin kesalahan dirisendiri amatlah sulit karena mungkin rasa gengsi untuk merendah dan menyesali apa yang sudah dilakukan
      Jika seseorang tidak berani untuk mengakui kesalahan yang ia lakukan maka akan menimbulkan masalah dan juga perpecahan bagi organisasi ataupun dikalangan suatu kelompok. Jika seseorang malu untuk mengakui kesalahan atau tidak mau mengakui kesalahannya akan timbul rasa marah atau bahkan dapat menimbukkan benci. Walau nampaknya ini hal yang sangat biasa tapi mungkin bagi beberapa orang menganggap hal ini adalah hal yang cukup  membuat keresahan bagi beberapa orang atau bahkan hampir kebanyakan orang.
      Setiap perbuatan yang kita lakukan baik sebuah kebaikan ataupun suatu keburukan pasti akan ada resiko yang nantinya ditimbulkan. Hanya seseorang yang berjiwa rendah hati yang dapat mengakui kesalahannya dimata orang lain.

Sebaliknya menutupi kesalahan atau bahkan lebih parahnya adalah menyalahkan orang lain atas kesalahan kita hanya akan membantu menutupi kesalahan kita untuk sementara waktu bahkan memperparah kesalahan kita. Hal ini diibaratkan dengan menembel ban bocor dengan isolasi. Efeknya tidak akan bertahan lama.    Menutupi kesalahan dapat dibilang merupakan suatu defens bagi manusia untuk bertahan di lingkungannya. Namun, apabila hal tersebut  terus berlangsung kerugian tidak hanya berada di sisi diri sendiri melainkan di sisi orang lain pula. Mengakui kesalahan dapat dikatakan sebagai modal dalam bersosialisasi yang baik dengan lingkungan. Dengan mengakui kesalahan, kita akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Hal ini dikarenakan kepercayaan diantara sesama dibangun melalui kejujuran. Mengakui kesalahan berarti bersikap jujur terhadap orang lain atas kekurangan diri sendiri yang memiliki dampak kepada orang lain. Dengan menunjukan kejujuran, orang lain akan melihat adanya potensi dari diri kita untuk mengakui kekurangan kita dan mencegah kesalahan yang sama terulang dilain waktu. Akibatnya orang lain akan lebih mempercayai kita. Sebagai konsekuensi positifnya, kita akan mendapatkan respect/rasa penghargaan yang lebih besar dari orang lain.
Mengakui kesalahan merupakan salah satu modal menjadi seorang pemimpin. Hal ini dikarenakan, seorang pemimpin yang baik mau bertanggung jawab atas perbuatan dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan berarti berani bertanggung jawab dan menuntaskan perbuatannya sendiri.
Baiknya ketika kita mengetahui jika kita salah kita harus mudah mengucapkan maaf saya salah atau maaf saya kurang teliti.  Jangan sampa rasa gengsi ataupun rasa egois yang ada pada diri kita membuat kita menjadi seseorang yang buruk karena tidak mengakui kesalahan diri sendiri. Seperti contoh jika kita dilingkungan pertemanan dan membuat janji ingin belajar kelompok dan telat akui saja sjika kamu salah karena tidak bisa on time. Kita cukup memberikan pejelasan apa yang kita alami. Inshallah sih teman kita itu bisa mengerti keadaan yang kita sedang alami.
ketimbang kita mengevaluasi dan mencari kesalahan orang lain, mengapa kita tidak memulainya dari diri kita sendiri? Lakukanlah evaluasi diri sendiri, kesalahan apa yang kita lakukan yang juga mungkin menyakiti orang lain. Sadari, akui kesalahan kemudian meminta maaflah terlebih dahulu ketimbang menunggu orang lain. Hampirilah kedamaian ketimbang menunggu kedamaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar