Nama : Dini Razana HAnifa
Kelas : 4IA12
Tugas 3
SIKAP
MENGAKUI KESALAHAN DIRI SENDIRI
Suatu
kesalahan seringkali dianggap sebagai aib atau sesuatu yang sangat negatif. Kita
sendiripun lebih sering melihat kesalahan atau keburukan orang lain dari pada
kita melihat susatu kebaikan pada diri oranglain. Kita sendiripun terkadang
lupa dan sering menutup mata dan telinga atas kesalahan yang ada pada diri kita
sendiri sama halnya seperti pepatah yang bunyinya semut disebrang laut tampak,
gajah dipelupuk mata tidak tampak. Kita senangnya melihat kesalahan orang lain
dibanding kita melihat kesalahan diri sendiri. Sama saat kita berpakaian kita
dengan mudah bisa menilai penampilan oranglain.
Kita sibuk mengomentari orang lain sedangkan
kita sendiri mungkin sebel kalo lagi dikomentarin. Tidak lupa semua tindakan
yang kita lakukan pasti memiliki resiko yang harus kita pertanggung jawabkan
nantinya, kebanyakan seseorang takut untuk melakukan kesalahan. Kebanyakan orang
tidak menyadari kesalahan yang ia perbuat, terutama pada orang orang yang egois
sehingga dia selalu beranggapan bahwa dirinyalah yang paling benar. Sikap ini
lah yang harus kita tanamkan dari sekarang mungkin banyak orang yang meremehkan
hal ini namun nyatanya mengakuin kesalahan dirisendiri amatlah sulit karena
mungkin rasa gengsi untuk merendah dan menyesali apa yang sudah dilakukan
Jika
seseorang tidak berani untuk mengakui kesalahan yang ia lakukan maka akan
menimbulkan masalah dan juga perpecahan bagi organisasi ataupun dikalangan
suatu kelompok. Jika seseorang malu untuk mengakui kesalahan atau tidak mau
mengakui kesalahannya akan timbul rasa marah atau bahkan dapat menimbukkan
benci. Walau nampaknya ini hal yang sangat biasa tapi mungkin bagi beberapa
orang menganggap hal ini adalah hal yang cukup membuat keresahan bagi beberapa orang atau
bahkan hampir kebanyakan orang.
Setiap
perbuatan yang kita lakukan baik sebuah kebaikan ataupun suatu keburukan pasti akan
ada resiko yang nantinya ditimbulkan. Hanya seseorang yang berjiwa rendah hati
yang dapat mengakui kesalahannya dimata orang lain.
Sebaliknya menutupi kesalahan atau
bahkan lebih parahnya adalah menyalahkan orang lain atas kesalahan kita hanya
akan membantu menutupi kesalahan kita untuk sementara waktu bahkan memperparah
kesalahan kita. Hal ini diibaratkan dengan menembel ban bocor dengan isolasi.
Efeknya tidak akan bertahan lama. Menutupi kesalahan dapat dibilang merupakan suatu defens bagi
manusia untuk bertahan di lingkungannya. Namun, apabila hal tersebut terus berlangsung kerugian tidak hanya berada
di sisi diri sendiri melainkan di sisi orang lain pula. Mengakui kesalahan
dapat dikatakan sebagai modal dalam bersosialisasi yang baik dengan lingkungan.
Dengan mengakui kesalahan, kita akan
mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Hal ini dikarenakan kepercayaan
diantara sesama dibangun melalui kejujuran. Mengakui kesalahan berarti bersikap
jujur terhadap orang lain atas kekurangan diri sendiri yang memiliki dampak
kepada orang lain. Dengan menunjukan kejujuran, orang lain akan melihat adanya
potensi dari diri kita untuk mengakui kekurangan kita dan mencegah kesalahan
yang sama terulang dilain waktu. Akibatnya orang lain akan lebih mempercayai
kita. Sebagai konsekuensi positifnya, kita akan mendapatkan respect/rasa
penghargaan yang lebih besar dari orang lain.
Mengakui
kesalahan merupakan salah satu modal menjadi seorang pemimpin. Hal ini
dikarenakan, seorang pemimpin yang baik mau bertanggung jawab atas perbuatan
dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan berarti berani bertanggung jawab dan
menuntaskan perbuatannya sendiri.
Baiknya
ketika kita mengetahui jika kita salah kita harus mudah mengucapkan maaf saya
salah atau maaf saya kurang teliti. Jangan
sampa rasa gengsi ataupun rasa egois yang ada pada diri kita membuat kita menjadi
seseorang yang buruk karena tidak mengakui kesalahan diri sendiri. Seperti contoh
jika kita dilingkungan pertemanan dan membuat janji ingin belajar kelompok dan
telat akui saja sjika kamu salah karena tidak bisa on time. Kita cukup
memberikan pejelasan apa yang kita alami. Inshallah sih teman kita itu bisa
mengerti keadaan yang kita sedang alami.
ketimbang kita mengevaluasi dan
mencari kesalahan orang lain, mengapa kita tidak memulainya dari diri kita
sendiri? Lakukanlah evaluasi diri sendiri, kesalahan apa yang kita lakukan yang
juga mungkin menyakiti orang lain. Sadari, akui kesalahan kemudian meminta
maaflah terlebih dahulu ketimbang menunggu orang lain. Hampirilah kedamaian
ketimbang menunggu kedamaian.