Minggu, 13 November 2016

Tugas 2 tentang Toleransi


Kita hidup dalam negara yang penuh keragaman, baik dari suku, agama, maupun budaya. Untuk hidup damai dan berdampingan, tentu dibutuhkan toleransi antara satu sama lain. perilaku terbuka dan menghargai segala perbedaan yang ada dengan sesama. Biasanya orang bertoleransi terhadap perbedaan kebudayaan dan agama. Namun, konsep toleransi ini juga bisa diaplikasikan untuk perbedaan jenis kelamin, anak-anak dengan gangguan fisik maupun intelektual dan perbedaan yang lainnya. Toleransi juga berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani  kesenjangan budaya, sehingga tercapai kesamaan sikap dan Toleransi  juga merupakan istilah dalam konteks  sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Perilaku terbuka dan menghargai segala perbedaan yang ada dengan sesama. Biasanya orang bertoleransi terhadap perbedaan kebudayaan dan agama. Namun, konsep toleransi ini juga bisa diaplikasikan untuk perbedaan jenis kelamin, anak-anak dengan gangguan fisik maupun intelektual dan perbedaan lainnya.
Sikap menghargai orang lain atau yang biasa disebut dengan toleransi. Banyak hal yang berhubungan dengan toleransi. Disini saya akan menceritakan sedikit tentang toleransi beragama kalo dalam agama islam sendiri sikap toleransi amat sangat diperlukan karena prinsipnya sendiri “Agamaku Agamaku Agamamu Agamamu” dari kalimat itu jelas kita diberikan kebebasan beragama dan tidak dibolehkan untuk mencampuri agama sesorang. Kitapun tidak boleh memaksa orang lain agar menganut agama yang kita anut begitu sebaliknya. Kita juga dilarang untuk mengejek ejek agama seseorang.kita harus saling menghargai masing masing agama, apapun agamanya. Semua agama pasti mengajarkan sikap toleransi dan setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Tapi jujur saja mungkin diantara kita jika sedang berkunjung ke rumah seseorang yang agamanya berbeda dengan kita, mungkin kita akan merasa asing, contoh nyatanya saya pernah berkunjung kerumah teman saya yang tidak jauh dari rumah, saya saat itu pertama kalinya berkunjung kerumahnya. Kebetulan teman saya itu memiliki agama yang berbeda dengan saya. Teman saya itu orang hindu saat berkunjung kerumahnya mungkin saya akan sedikit canggung Di rumahnya itu saya melihat sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya lihat mungkin itu semacam sesajen atau semacamnya, wangi dirumahnyapun sunggu berbeda. Lantas langsung saya menanyakan itu kepada sang pemilik rumah. Dia pun menjawab dengan wajah tersenyum “oh itu untuk sembahyangnya orang hindu” ucapnya. Sayapun jadi menambah pengetahuan tetang agama lain walau agama kami berbeda tetapi kami saling menghargai satu sama lain.
Tidak hanya toleransi beragama tetapi toleransi bertetanggapun sangat penting. Kita merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, dirumahpun kita memiliki tetangga baik didepan rumah atau samping kanan kiri. Bertetanggapun memiliki aturan dan toleransi. Ketika menegur tetangga yang umurnya mungkin lebih tua dari kita, baiknya kita bersikap ramah dan sopan, atau contoh yang lain mungkin ketika kita sedang parkir mobil jangan sampai kita menghalangi jalan, Karena mungkin bagi orang lain itu sangat mengganggu. Begitu juga saat kita menyalakan suatu musik dirumah kita harus mengerti bahwa mungkin musik yang kita nyalakan begitu keras sehingga mengganggu para tetangga. Bertetangga haruslah menghargai satu sama lain.
Diindonesia ada semboyan Bhineka tunggal ika berbeda beda tetapi tetap bersatu. Apapun agamanya apapun sukunya kami ya warga Indonesia yang wajib menghargai agama orang lain. Tidak hanya menghargai agamanya perbedaan apapun itu mulai dari suku, budaya, daerah bahkan warna kulit kita tetap satu sebagai warga Negara indonesia
Selain toleransi beragama dan toleransi bertetangga ada juga yang namanya toleransi Sosial, perbedaan kita dengan orang lain tidak berarti bahwa orang lain lebih baik dari kita atau kita lebih baik dari orang lain. Baik dan buruknya penilaian orang lain kepada kita bukan karena warna, rupa, dan bentuk, melainkan karena baik dan buruknya kita dalam berperilaku. Kayanya kebudayaan, suku dan bahasa jangan jadikan sebagai perpecahan melainkan jadikan itu kekuatan juga kekayaan keaneka ragaman, Salah satunya saat berkuliah disalah satu universitas swasta yaitu Universitas Gunadarma. Bermacam macam suku, daerah dan agama ada disini. Mulai orang padang, sunda, medan dan masih banyak lagi, ada yang asli medan tetapi masih kental logatnya dengan nada nada khas medan. Ada orang padang dengan logat khasnya, juga ada orang sunda. Tapi sering kali orang senang mengejek atau bahasa kerennya mendiskriminasi oranglain karena mereka merasa budaya dan suku yang berbeda. Sering kali orang lain rasis mengejek seseorang tetapi mengejek daerahnya. Hal seperti itu sangat amat disayangkan Padahal kenyataanya Walau begitu jadikan itu pelajaran satu sama lain mengenal berbagai macam daerah, suku, menghargai bahasa atau walau hanya sekedar logat. Kita tidak boleh rasis ataupun mengejek ngejek suku. Pada dasarnya kita semua sama. Sama sama warga Negara Indonesia, tinggal di Indonesia, makan beras Indonesia. Jadikan perbedaan adalah kekuatan untuk kita agar semakin kaya akan bahasa, kaya akan perbedaan yang membuat kita saling menjaga satu sama lain sebagai warga Indonesia, juga semakin menghargai apapun perbedaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar