Kita hidup dalam negara
yang penuh keragaman, baik dari suku, agama, maupun budaya. Untuk hidup damai
dan berdampingan, tentu dibutuhkan toleransi antara satu sama lain. perilaku
terbuka dan menghargai segala perbedaan yang ada dengan sesama. Biasanya orang
bertoleransi terhadap perbedaan kebudayaan dan agama. Namun, konsep toleransi
ini juga bisa diaplikasikan untuk perbedaan jenis kelamin, anak-anak dengan
gangguan fisik maupun intelektual dan perbedaan yang lainnya. Toleransi juga
berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan,
menjembatani kesenjangan budaya, sehingga tercapai kesamaan sikap dan
Toleransi juga merupakan istilah dalam konteks sosial, budaya dan
agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi
terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh
mayoritas dalam suatu masyarakat. Perilaku terbuka dan menghargai segala
perbedaan yang ada dengan sesama. Biasanya orang bertoleransi terhadap
perbedaan kebudayaan dan agama. Namun, konsep toleransi ini juga bisa
diaplikasikan untuk perbedaan jenis kelamin, anak-anak dengan gangguan fisik
maupun intelektual dan perbedaan lainnya.
Sikap menghargai orang
lain atau yang biasa disebut dengan toleransi. Banyak hal yang berhubungan
dengan toleransi. Disini saya akan menceritakan sedikit tentang toleransi
beragama kalo dalam agama islam sendiri sikap toleransi amat sangat diperlukan
karena prinsipnya sendiri “Agamaku Agamaku Agamamu Agamamu” dari kalimat itu
jelas kita diberikan kebebasan beragama dan tidak dibolehkan untuk mencampuri
agama sesorang. Kitapun tidak boleh memaksa orang lain agar menganut agama yang
kita anut begitu sebaliknya. Kita juga dilarang untuk mengejek ejek agama
seseorang.kita harus saling menghargai masing masing agama, apapun agamanya.
Semua agama pasti mengajarkan sikap toleransi dan setiap agama pasti
mengajarkan kebaikan. Tapi jujur saja mungkin diantara kita jika sedang
berkunjung ke rumah seseorang yang agamanya berbeda dengan kita, mungkin kita
akan merasa asing, contoh nyatanya saya pernah berkunjung kerumah teman saya
yang tidak jauh dari rumah, saya saat itu pertama kalinya berkunjung
kerumahnya. Kebetulan teman saya itu memiliki agama yang berbeda dengan saya.
Teman saya itu orang hindu saat berkunjung kerumahnya mungkin saya akan sedikit
canggung Di rumahnya itu saya melihat sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya
lihat mungkin itu semacam sesajen atau semacamnya, wangi dirumahnyapun sunggu
berbeda. Lantas langsung saya menanyakan itu kepada sang pemilik rumah. Dia pun
menjawab dengan wajah tersenyum “oh itu untuk sembahyangnya orang hindu”
ucapnya. Sayapun jadi menambah pengetahuan tetang agama lain walau agama kami
berbeda tetapi kami saling menghargai satu sama lain.
Tidak hanya toleransi
beragama tetapi toleransi bertetanggapun sangat penting. Kita merupakan mahluk
sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, dirumahpun kita memiliki
tetangga baik didepan rumah atau samping kanan kiri. Bertetanggapun memiliki
aturan dan toleransi. Ketika menegur tetangga yang umurnya mungkin lebih tua
dari kita, baiknya kita bersikap ramah dan sopan, atau contoh yang lain mungkin
ketika kita sedang parkir mobil jangan sampai kita menghalangi jalan, Karena mungkin
bagi orang lain itu sangat mengganggu. Begitu juga saat kita menyalakan suatu
musik dirumah kita harus mengerti bahwa mungkin musik yang kita nyalakan begitu
keras sehingga mengganggu para tetangga. Bertetangga haruslah menghargai satu
sama lain.
Diindonesia ada semboyan
Bhineka tunggal ika berbeda beda tetapi tetap bersatu. Apapun agamanya apapun
sukunya kami ya warga Indonesia yang wajib menghargai agama orang lain. Tidak hanya
menghargai agamanya perbedaan apapun itu mulai dari suku, budaya, daerah bahkan
warna kulit kita tetap satu sebagai warga Negara indonesia
Selain toleransi beragama
dan toleransi bertetangga ada juga yang namanya toleransi Sosial, perbedaan
kita dengan orang lain tidak berarti bahwa orang lain lebih baik dari kita atau
kita lebih baik dari orang lain. Baik dan buruknya penilaian orang lain kepada
kita bukan karena warna, rupa, dan bentuk, melainkan karena baik dan buruknya
kita dalam berperilaku. Kayanya kebudayaan, suku dan bahasa jangan jadikan
sebagai perpecahan melainkan jadikan itu kekuatan juga kekayaan keaneka ragaman,
Salah satunya saat berkuliah disalah satu universitas swasta yaitu Universitas
Gunadarma. Bermacam macam suku, daerah dan agama ada disini. Mulai orang
padang, sunda, medan dan masih banyak lagi, ada yang asli medan tetapi masih
kental logatnya dengan nada nada khas medan. Ada orang padang dengan logat
khasnya, juga ada orang sunda. Tapi sering kali orang senang mengejek atau
bahasa kerennya mendiskriminasi oranglain karena mereka merasa budaya dan suku
yang berbeda. Sering kali orang lain rasis mengejek seseorang tetapi mengejek
daerahnya. Hal seperti itu sangat amat disayangkan Padahal kenyataanya Walau
begitu jadikan itu pelajaran satu sama lain mengenal berbagai macam daerah,
suku, menghargai bahasa atau walau hanya sekedar logat. Kita tidak boleh rasis
ataupun mengejek ngejek suku. Pada dasarnya kita semua sama. Sama sama warga
Negara Indonesia, tinggal di Indonesia, makan beras Indonesia. Jadikan
perbedaan adalah kekuatan untuk kita agar semakin kaya akan bahasa, kaya akan
perbedaan yang membuat kita saling menjaga satu sama lain sebagai warga Indonesia,
juga semakin menghargai apapun perbedaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar