Sabtu, 11 Januari 2014

KEUNIKAN TARI SAMAN



    Tari saman merupakan sebuah tarian dari suku Gayo yang biasa di tampilkan pada saat merayakan peristwa peristiwa penting dalam adat, contohnya saat merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.  Tari saman diduga berasal dari tarian melayu kuno karena tarian saman merupakan salah satu media untuk berdakwah atau untuk menyampaikan pesan tertentu. Tetapi sekarang tarian saman juga di tampilkan untuk acara acara tertentu seperti acara kenegaraan atau acara pernikahan.

   Tarian sama mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan juga kebersamaan. Salah satu yang menarik pada tarian saman yaitu dilakukan secara berkelompok dan biasanya terdiri dari belasan orang atau dalam jumlah ganjil. Tarian saman biasa disebut tarian tangan seribu, tarian saman tidak mungkin di lakukan sendiri atau solo.

      Tarian saman juga tidak menggunakan suara musik  tetapi tarian saman ini menggunakan suara dari para penarinya. Dan tepukan tangan mereka yang biasa dikombinasi dengan memukul dada dan pangkal paha. Tarian saman biasa dipimpin oleh seseorang yang biasa disebut syech.  Karena kekompakan  formasi dan ketepatan waktu merupakan suatu keharusan juga enting dalam melakukan tarian saman. Maka semua penari dituntun untuk memiliki konsentrasi tinggi dan latihan yang serius agar menampilakan tarian yang sempurna.

     Jika dilihat dari jumlah gerakan tubuh, tari saman dikatakan tarian yang cukup sederhana. Tetapi gerakannya sangat beraggam. Keunikan dari tarian saman yaitu gerakan tangan yang dinamis,perubahan posisi duduk para penari dan goyangan badan yang dihentakan kekiri dan kekanan. Para penari saman biasanya menggunakan kostum yang sama yaitu seragam khas aceh. Sebelum menari  para penari duduk berjejer ke samping dengan lutut ditekuk. Tarian saman menggunakan dua unsur  gerakan yang menjadi unsur dasar dan penting  dalam suatu tarian saman yaitu, tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama islam, syech saman mempelajari  tarian melayu kuno, kemudian melakukannya kembali lewat tarian atau gerakan yang di sertai syair syair dakwah islam demi mempermudah dakwahnya. Tarian saman hingga saat ini masih bersifat keagamaan karena masih  banyak digunakan untuk menyampaikan sebuah dakwah melalui pertunjukan sebuah tarian sama.




        Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman, dengan cara menyanyikan lagu lagu dalam tarian saman dibagi lima macam : rangum  yaitu auman yang diawali oleh pengankat, dring yaitu regum yang segera diikuti oleh semua penari. Radet yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seoraang penari pada bagian tengah penari. Syech yaitu lagu yang dinyanyikan seseorang penyanyi dengan suara panjang dan tinggi melengkin, biasanya saat ada perubahan gerakan. Saur yaitu yang diulang bersama oleh semua penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.









REFERENSI :

http://id.wikipedia.org/wiki/tari-saman

http://ranupatjeh1.blogspot.com/2013/04/asal-usul-tari-saman.html

http://pelitaonline.com/untold-story/2012/12/02/sejarah-tari-saman





-dinirazanahanifa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar